Darurat Altruisme dan Hikmah Idul Adha

Artikel ini sudah dimuat di Kompas 5 Juni 2025

Pada 6 Juni 2025, umat Islam di Indonesia kembali merayakan Idul Adha, hari raya kurban yang setiap tahunnya menghidupkan kembali kisah spiritual Nabi Ibrahim dan Ismail. Dalam ingatan kolektif umat, peristiwa ini bukan semata rekam jejak sejarah atau ritus keagamaan, melainkan simbol puncak ketaatan, ketulusan pengorbanan, dan cinta eksistensial seorang hamba kepada Tuhannya.

Namun, perayaan Idul Adha tahun ini hadir dalam lanskap sosial yang kian kompleks. Kita seperti berada di tengah situasi yang layak disebut sebagai darurat altruisme—yakni krisis mendalam atas semangat mendahulukan kepentingan bersama, menekan ego pribadi, dan berkorban demi nilai yang lebih luhur.

Meskipun altruisme masih dielu-elukan dalam simbol budaya dan retorika agama, realitas menunjukkan jurang yang kian lebar antara nilai dan praktik. Individualisme tumbuh subur, nepotisme menggerus rasa keadilan, dan korupsi mencemari ruang publik. Ini semua menjadi antitesis dari semangat pengorbanan yang seharusnya kita warisi dari Ibrahim.

Selengkapnya: klik Kompas