Ancaman AI dalam Pandangan Filsafat: Teknologi atau Kita Sendiri?

Artikel ini sudah dimuat di Republika

Beberapa tahun terakhir, isu kecerdasan buatan (Artificial Intelligence -AI) menjadi pembicaraan hangat karena dampaknya terasa langsung oleh kita. Kita dibuat terkejut bertubi-tubi ketika tahu bahwa begitu banyak hal yang bisa dilakukan oleh AI. Kita bangun tidur dan melihat berita yang ternyata ditulis oleh AI. Kita juga mendengar lagu yang dibawakan oleh mesin dengan aransemen AI. Kita sendiri bekerja ditemani AI. Sebagian dari kita bahkan menulis laporan atau merapikan presentasi menggunakan AI. Teknologi ini seperti angin baru yang menyelinap tanpa permisi, lalu tiba-tiba menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Tetapi, seiring kekaguman itu, muncul juga rasa cemas: apakah suatu hari nanti AI akan mengambil alih pekerjaan manusia? Apakah ia bisa mengendalikan opini publik? Atau, dalam skenario yang lebih gelap lagi, mungkinkah suatu hari AI sendiri yang memutuskan untuk menggeser peran manusia dalam semua aspek kehidupannya?

Continue reading “Ancaman AI dalam Pandangan Filsafat: Teknologi atau Kita Sendiri?”